Sabtu, 11 September 2010

MATERI

Oleh: I Nyoman Suarja
Tabanan, 3 Juli 2010


Preeeng..., preeeeng...preeeng...
Tit tat tiit... Tat tiiit.... Tat tiiit...
Ngrong ngoong.......ngrong ngoong...ngrong ngoong...
Gedeg.. gedeg..gedeg..gedeg...gedeg...

Hiruk pikuk hari membangunkan tidurku
Klakson mobil nyaring menghantam gendang telingaku
Modernisasi telah merubah perilaku para pelaku
Menggertak orang untuk selalu berpacu

Tak tersangkal bahwa kini adalah jaman materi
Saat terjaga, langsung melompat dan berlari
Takut kehilangan hari yang tak pernah mau berhenti
Berlari mengejar hari untuk mendapatkan materi

Seolah semuanya dapat diganti dengan materi
Sekolah, ijazah dan obat dapat dibeli
Jadi pegawai negeripun bisa dibeli
Materi juga mampu mengangkat harga diri

Sungguh suatu fatamorgana yang menggiurkan
Begitu indah keadaan yang dijanjikan
Kebahagiaan dan kedamaianpun tak ketinggalan
Menjadikan materi sebagai tujuan kehidupan

Pendidikan anak diserahkan kepada sekolah
Anak berpolah, lingkungan yang salah
Mengubah peringai menjadi tak mau salah dan kalah
Lupakan kewajiban dengan resah menjadi orang yang gegabah

Tak ada yang mampu menyangkal
Materi adalah sarana yang sangat material
Asal bersumber dari kegiatan yang halal
Untuk membiayai pengeluaran yang masuk akal

Sudahkah semuanya tersadar?
Bahwa dunia ini hanya sekedar tempat bersandar
Ada saat pasti bahwa kita akan terkapar
Dan kehidupanpun akan terus beredar

Senin, 09 November 2009

KARMA

Batukaru, 17 Mei 2009

Kokok ayam bersahut-sahut
Kicak burung ramai berderai
Perlahan sinar Surya menuruni bukit
Tanda hari telah mulai

Orang-orang ramai menapaki jalan
Lalu lalang hilir mudik
Menggelar karya mengejar harta
Menguras peluh penuhi harap

Jalani hari kibarkan status
Ikatkan diri dari jeratan kultus
Sandiwara muncul hapuskan jati diri
Menarikan topeng untuk harga diri

Orang pikir waktu adalah uang
Uang menjadi kiblat yang menjerat
Waktu bukan untuk bertaubat
Hingga lupa kapan akan sekarat

Sejatinya waktu adalah untuk berkarma
Berkarma agar diri menjadi hebat
Hasil karma akan selalu terlibat
Membututi setiap saat sampai ke liang lahat

Karmamu adalah untukmu
Karmamu bukan untuk orang lain
Bukan pula untuk sanak saudara
Orang lain hanya objek untuk karma

Kebaikan yang kauhadiahkan kepada orang lain
Kedengkian yang kauberikan kepada orang lain
Semuanya bukan untuk orang lain
Segalanya adalah untuk dirimu sendiri

Hai sobat, bukalah topengmu
Tatap dirimu, lakoni fitrahmu
Unggulkan karmamu (berpikir, berkata dan berbuat)
Hasilnya pasti akan kau terima lunas