Oleh: I Nyoman Suarja
Tabanan, 3 Juli 2010
Preeeng..., preeeeng...preeeng...
Tit tat tiit... Tat tiiit.... Tat tiiit...
Ngrong ngoong.......ngrong ngoong...ngrong ngoong...
Gedeg.. gedeg..gedeg..gedeg...gedeg...
Hiruk pikuk hari membangunkan tidurku
Klakson mobil nyaring menghantam gendang telingaku
Modernisasi telah merubah perilaku para pelaku
Menggertak orang untuk selalu berpacu
Tak tersangkal bahwa kini adalah jaman materi
Saat terjaga, langsung melompat dan berlari
Takut kehilangan hari yang tak pernah mau berhenti
Berlari mengejar hari untuk mendapatkan materi
Seolah semuanya dapat diganti dengan materi
Sekolah, ijazah dan obat dapat dibeli
Jadi pegawai negeripun bisa dibeli
Materi juga mampu mengangkat harga diri
Sungguh suatu fatamorgana yang menggiurkan
Begitu indah keadaan yang dijanjikan
Kebahagiaan dan kedamaianpun tak ketinggalan
Menjadikan materi sebagai tujuan kehidupan
Pendidikan anak diserahkan kepada sekolah
Anak berpolah, lingkungan yang salah
Mengubah peringai menjadi tak mau salah dan kalah
Lupakan kewajiban dengan resah menjadi orang yang gegabah
Tak ada yang mampu menyangkal
Materi adalah sarana yang sangat material
Asal bersumber dari kegiatan yang halal
Untuk membiayai pengeluaran yang masuk akal
Sudahkah semuanya tersadar?
Bahwa dunia ini hanya sekedar tempat bersandar
Ada saat pasti bahwa kita akan terkapar
Dan kehidupanpun akan terus beredar
Sabtu, 11 September 2010
MATERI
Diposting oleh I Nyoman Suarja di 10.55 0 komentar
Senin, 09 November 2009
KARMA
Batukaru, 17 Mei 2009
Kokok ayam bersahut-sahut
Kicak burung ramai berderai
Perlahan sinar Surya menuruni bukit
Tanda hari telah mulai
Orang-orang ramai menapaki jalan
Lalu lalang hilir mudik
Menggelar karya mengejar harta
Menguras peluh penuhi harap
Jalani hari kibarkan status
Ikatkan diri dari jeratan kultus
Sandiwara muncul hapuskan jati diri
Menarikan topeng untuk harga diri
Orang pikir waktu adalah uang
Uang menjadi kiblat yang menjerat
Waktu bukan untuk bertaubat
Hingga lupa kapan akan sekarat
Sejatinya waktu adalah untuk berkarma
Berkarma agar diri menjadi hebat
Hasil karma akan selalu terlibat
Membututi setiap saat sampai ke liang lahat
Karmamu adalah untukmu
Karmamu bukan untuk orang lain
Bukan pula untuk sanak saudara
Orang lain hanya objek untuk karma
Kebaikan yang kauhadiahkan kepada orang lain
Kedengkian yang kauberikan kepada orang lain
Semuanya bukan untuk orang lain
Segalanya adalah untuk dirimu sendiri
Hai sobat, bukalah topengmu
Tatap dirimu, lakoni fitrahmu
Unggulkan karmamu (berpikir, berkata dan berbuat)
Hasilnya pasti akan kau terima lunas
Diposting oleh I Nyoman Suarja di 05.48 2 komentar
